Ribuan Kepala Keluarga Terdampak Banjir

Banjir kembali melanda Kota Cilegon, menyebabkan ribuan warga terdampak. Data sementara mencatat sebanyak 2.036 kepala keluarga (KK) atau sekitar 1.953 jiwa terdampak banjir dan hingga kini masih bertahan di posko pengungsian maupun di rumah sanak keluarga.

Banjir yang terjadi merupakan banjir susulan dengan ketinggian air yang terus meningkat. Sejumlah wilayah yang sebelumnya sempat surut kembali tergenang, memaksa warga meninggalkan rumah mereka demi keselamatan.

Air Capai Lutut Orang Dewasa

Ketua RT setempat, Agus, mengungkapkan bahwa kondisi banjir kali ini lebih parah dibanding sebelumnya. Ketinggian air dilaporkan telah mencapai lutut orang dewasa.

Menurut Agus, semalam genangan air masih berada di bawah lutut, namun dalam waktu singkat kembali meninggi. Hingga saat ini, air belum menunjukkan tanda-tanda surut dan justru terus bertambah di sejumlah titik.

Tanggul Sungai Cibeber Jebol

Penyebab utama banjir di Cilegon disebut akibat jebolnya tanggul Sungai Cibeber yang hingga kini belum mendapatkan perbaikan permanen. Kondisi tersebut diperparah oleh hujan deras yang terus mengguyur wilayah sekitar.

Luapan sungai menyebabkan air dengan cepat menggenangi permukiman warga. Air masuk ke rumah-rumah, jalan lingkungan, hingga fasilitas umum, sehingga aktivitas masyarakat lumpuh total.

Banyak Rumah Ditinggalkan Warga

Pantauan di lokasi menunjukkan banyak rumah terpaksa ditinggalkan pemiliknya. Warga memilih mengungsi karena khawatir ketinggian air terus meningkat, terutama pada malam hari.

Kedalaman air di sejumlah titik bervariasi, mulai dari sekitar 50 sentimeter hingga mencapai satu meter. Kondisi ini menyulitkan warga untuk beraktivitas, bahkan sekadar menyelamatkan barang-barang berharga.

Dua Kecamatan Terparah

Banjir paling parah tercatat terjadi di dua wilayah, yakni Kecamatan Cibeber dan Kecamatan Jombang. Di kedua kecamatan tersebut, air masih menggenangi permukiman warga dan belum sepenuhnya surut.

Sejumlah ruas jalan di kawasan ini juga terendam, menyebabkan mobilitas warga dan distribusi bantuan mengalami kendala. Aparat setempat terus melakukan pemantauan dan membantu proses evakuasi.

Warga Bertahan di Pengungsian

Sebagian warga terdampak kini bertahan di posko pengungsian yang disiapkan pemerintah daerah, sementara lainnya memilih mengungsi ke rumah kerabat yang lebih aman. Kondisi pengungsian dipenuhi warga dari berbagai kelompok usia, termasuk anak-anak dan lansia.

Kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan obat-obatan menjadi prioritas utama di tengah kondisi banjir yang belum menunjukkan tanda mereda.

Cuaca Masih Berpotensi Hujan

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi wilayah Kota Cilegon masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dalam beberapa waktu ke depan.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan yang masih cukup tinggi serta kondisi sungai yang belum sepenuhnya stabil.

Imbauan Tetap Waspada

Pemerintah daerah dan aparat setempat meminta warga untuk terus memantau kondisi lingkungan masing-masing. Warga yang berada di wilayah rawan banjir diimbau segera mengungsi apabila ketinggian air kembali meningkat.

Banjir yang melanda Cilegon kali ini kembali menyoroti pentingnya perbaikan infrastruktur pengendalian banjir, khususnya tanggul sungai, agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap musim hujan.

Hingga kini, upaya penanganan darurat masih terus dilakukan sembari menunggu kondisi cuaca membaik dan air berangsur surut.

Baca Juga : RI Tak Khawatir Ancaman Tarif 25 Persen Trump soal Iran

Cek Juga Artikel Dari Platform : bengkelpintar

By Blacky