Pemerintah Australia resmi membentuk komisi penyelidikan kerajaan (royal commission) untuk mengusut tuntas penembakan massal di Bondi Beach yang menewaskan 15 orang. Keputusan ini diumumkan langsung oleh Perdana Menteri Anthony Albanese pada Kamis, 8 Januari 2026, menyusul tekanan publik yang kian kuat agar negara memberikan kejelasan, akuntabilitas, dan jaminan pencegahan tragedi serupa di masa depan.

Penembakan yang terjadi pada 14 Desember 2025 itu mengguncang Australia dan dunia internasional. Insiden tersebut disebut sebagai penembakan massal paling mematikan di Australia dalam hampir tiga dekade terakhir, sekaligus membuka kembali perdebatan mendalam soal ekstremisme, antisemitisme, dan kebijakan keamanan nasional.


Kronologi Tragedi Bondi Beach

Serangan terjadi di sekitar kawasan Bondi Beach, Sydney, saat sekelompok warga Yahudi tengah merayakan Hanukkah. Aparat menyebut penembakan tersebut secara spesifik menargetkan komunitas tersebut, sehingga memunculkan kekhawatiran serius mengenai meningkatnya antisemitisme di Australia.

Pelaku utama serangan diidentifikasi sebagai Sajid Akram, yang beraksi bersama putranya, Naveed Akram. Keduanya diduga terinspirasi oleh ideologi Islamic State (ISIS). Dalam insiden tersebut, Sajid Akram tewas ditembak polisi di lokasi kejadian, sementara Naveed Akram ditangkap hidup-hidup.

Hingga kini, Naveed Akram telah didakwa atas tindak terorisme serta 15 dakwaan pembunuhan, menjadikannya salah satu kasus kriminal dan terorisme paling serius dalam sejarah hukum modern Australia.


Royal Commission untuk Mengurai Kegagalan Sistemik

Pembentukan royal commission di tingkat federal menandai keseriusan pemerintah Australia dalam mengusut tragedi ini secara menyeluruh. Komisi ini akan memiliki kewenangan luas untuk memanggil saksi, mengakses dokumen rahasia, serta menggelar sidang terbuka.

Perdana Menteri Albanese menegaskan bahwa keputusan ini diambil demi kepentingan yang lebih besar.
“Apa yang kami lakukan adalah mendengarkan, dan kami menyimpulkan bahwa langkah hari ini adalah jalan yang tepat demi persatuan nasional,” ujarnya, seperti dikutip media internasional.


Dipimpin Mantan Hakim High Court

Penyelidikan akan dipimpin oleh Virginia Bell, mantan hakim High Court of Australia. Sosok Virginia Bell dikenal memiliki rekam jejak kuat dalam menangani perkara konstitusional dan isu-isu hukum publik yang sensitif.

Proses royal commission ini diperkirakan berlangsung cukup panjang, dengan sidang yang terbuka untuk publik guna menjamin transparansi. Laporan awal peninjauan kinerja aparat keamanan yang sebelumnya dijadwalkan terbit pada April 2026 akan digabungkan ke dalam proses komisi ini.


Sorotan pada Intelijen dan Aparat Keamanan

Salah satu fokus utama penyelidikan adalah dugaan kegagalan intelijen. Aparat keamanan diketahui pernah menerima informasi intelijen pada 2019 yang menandai Naveed Akram sebagai individu berisiko. Namun, informasi tersebut tidak ditindaklanjuti karena dinilai belum menunjukkan ancaman langsung.

Fakta ini memicu pertanyaan serius tentang mekanisme penilaian risiko, koordinasi antar-lembaga, serta kesiapan aparat dalam menghadapi ancaman ekstremisme domestik.


Antisemitisme dan Luka Sosial Australia

Tragedi Bondi juga memicu refleksi nasional mengenai meningkatnya antisemitisme di Australia. Serangan terhadap warga Yahudi di ruang publik yang simbolis seperti Bondi Beach mengguncang rasa aman dan kohesi sosial masyarakat multikultural Australia.

Pemerintah menyatakan komitmennya untuk memperkuat perlindungan terhadap kelompok minoritas dan menindak tegas kejahatan berbasis kebencian.


Kebijakan Senjata Api Kembali Jadi Perdebatan

Selain ekstremisme, royal commission juga akan menelaah kebijakan kepemilikan senjata api. Pemerintah Australia telah mengumumkan program pembelian kembali senjata api berskala besar untuk mengurangi peredaran senjata di masyarakat.

Langkah ini disebut sebagai yang terbesar sejak pengetatan undang-undang senjata pada 1996, menyusul tragedi Port Arthur massacre yang menewaskan 35 orang dan menjadi titik balik kebijakan senjata Australia.


Menuju Akuntabilitas dan Pemulihan Nasional

Pembentukan royal commission atas penembakan Bondi Beach menandai upaya Australia untuk menghadapi trauma nasional secara terbuka dan bertanggung jawab. Pemerintah berharap penyelidikan ini tidak hanya mengungkap apa yang salah, tetapi juga menghasilkan rekomendasi konkret untuk mencegah tragedi serupa di masa depan.

Di tengah duka mendalam dan perdebatan publik yang tajam, langkah ini dipandang sebagai fondasi penting untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap negara dan menjaga persatuan nasional Australia.

Baca Juga : Apakah Agen Imigrasi AS Bisa Dituntut atas Penembakan di Minneapolis?

Cek Juga Artikel Dari Platform : updatecepat

By Blacky