Pemerintah Kota Gunungsitoli terus memantapkan langkah dalam merancang arah pembangunan jangka menengah melalui penyelenggaraan Forum Konsultasi Publik Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Gunungsitoli Tahun 2027. Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Sowa’a Laoli, didampingi Martinus Lase, dan dilaksanakan di Ruang Rapat II Kantor Wali Kota Gunungsitoli, Senin (29/12/2025).

Forum Konsultasi Publik RKPD merupakan salah satu tahapan penting dalam siklus perencanaan pembangunan daerah. Melalui forum ini, pemerintah daerah membuka ruang dialog dan partisipasi seluas-luasnya bagi para pemangku kepentingan untuk menyampaikan aspirasi, saran, serta masukan konstruktif sebagai bahan penyempurnaan rancangan RKPD Kota Gunungsitoli Tahun 2027.

Perencanaan Pembangunan Harus Menyentuh Kebutuhan Riil

Dalam arahannya, Wali Kota Gunungsitoli menegaskan bahwa penyusunan RKPD tidak boleh bersifat normatif atau sekadar formalitas tahunan. Dokumen perencanaan tersebut harus benar-benar mencerminkan kebutuhan riil masyarakat serta menjawab persoalan pembangunan yang dihadapi daerah.

“RKPD harus disusun berdasarkan data yang akurat dan hasil evaluasi capaian pembangunan. Program yang dirancang harus tepat sasaran, berkelanjutan, dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tegas Sowa’a Laoli.

Ia menekankan bahwa setiap perangkat daerah perlu menjadikan hasil evaluasi pembangunan sebelumnya sebagai pijakan utama dalam merancang program dan kegiatan tahun 2027. Dengan demikian, kebijakan yang diambil tidak hanya berorientasi pada output, tetapi juga pada outcome yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pentingnya Sinergi Antar Perangkat Daerah

Wali Kota juga menyoroti pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam proses perencanaan pembangunan. Menurutnya, tantangan pembangunan ke depan semakin kompleks dan tidak dapat diselesaikan secara parsial oleh satu perangkat daerah saja.

“Sinergi antar perangkat daerah dan pemangku kepentingan sangat penting. Tanpa koordinasi yang baik, program yang dirancang berpotensi tumpang tindih atau tidak efektif,” ujarnya.

Ia berharap Forum Konsultasi Publik ini menjadi ruang konsolidasi untuk menyamakan persepsi dan arah kebijakan, sehingga setiap program yang dirumuskan selaras dengan dokumen perencanaan jangka menengah dan jangka panjang daerah.

Partisipasi Publik sebagai Kunci Pembangunan Berkualitas

Forum Konsultasi Publik RKPD juga menjadi wujud komitmen Pemerintah Kota Gunungsitoli dalam mendorong partisipasi publik yang bermakna. Aspirasi masyarakat, tokoh pendidikan, dan unsur lainnya dinilai sangat penting untuk memastikan bahwa kebijakan pembangunan tidak hanya lahir dari perspektif birokrasi, tetapi juga dari kebutuhan nyata di lapangan.

Wali Kota menilai, keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan akan meningkatkan kualitas kebijakan sekaligus memperkuat rasa memiliki (sense of ownership) terhadap program pembangunan yang dijalankan pemerintah.

“Pembangunan yang baik adalah pembangunan yang direncanakan bersama, dilaksanakan bersama, dan manfaatnya dirasakan bersama,” kata Sowa’a Laoli.

Paparan Teknis RKPD oleh BAPERIDA

Dalam forum tersebut, paparan utama disampaikan oleh Yurisman Telaumbanua, selaku Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (BAPERIDA) Kota Gunungsitoli. Ia memaparkan kerangka awal RKPD 2027, termasuk isu strategis pembangunan daerah, prioritas program, serta arah kebijakan yang disesuaikan dengan kondisi dan potensi daerah.

Yurisman menjelaskan bahwa penyusunan RKPD 2027 diarahkan untuk memperkuat pelayanan dasar, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, serta memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.

Forum ini dipandu oleh Ardiyansyah Tanjung selaku moderator, yang mengarahkan diskusi agar berjalan efektif dan fokus pada substansi perencanaan.

Masukan dari Berbagai Pemangku Kepentingan

Kegiatan Forum Konsultasi Publik RKPD 2027 dihadiri oleh para asisten dan staf ahli, pimpinan perangkat daerah, kepala bagian dan camat se-Kota Gunungsitoli, tokoh masyarakat, tokoh pendidikan dari perguruan tinggi, serta undangan lainnya.

Dalam sesi diskusi, berbagai masukan disampaikan, mulai dari peningkatan kualitas infrastruktur dasar, penguatan sektor pendidikan dan kesehatan, hingga pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal. Masukan tersebut akan menjadi bahan penting dalam penyempurnaan rancangan RKPD sebelum ditetapkan secara resmi.

Menuju Pembangunan Tepat Sasaran dan Berkelanjutan

Melalui Forum Konsultasi Publik RKPD 2027, Pemerintah Kota Gunungsitoli menegaskan komitmennya untuk menghadirkan perencanaan pembangunan yang inklusif, berbasis data, dan berorientasi pada hasil. Wali Kota Sowa’a Laoli berharap, seluruh proses perencanaan ini dapat menghasilkan dokumen RKPD yang tidak hanya berkualitas secara administratif, tetapi juga mampu menjadi pedoman nyata dalam mewujudkan pembangunan yang adil dan merata.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi dari sejauh mana program tersebut mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Dengan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, Pemko Gunungsitoli optimistis RKPD 2027 dapat menjadi fondasi kuat bagi pembangunan daerah yang tepat sasaran, berkelanjutan, dan berdaya saing.

Baca Juga : Bupati Lucky Tekankan Pembangunan Mental di Musda VII MUI

Jangan Lewatkan Info Penting Dari : monitorberita

By Blacky