Kebersamaan Warga dan KUA di Desa Cilangkap
Semangat gotong royong kembali menunjukkan wajah aslinya di Desa Cilangkap, Kecamatan Gumelar. Pada Rabu (24/12/2025), jajaran Penyuluh Agama Islam dari KUA Gumelar turun langsung ke lapangan bersama warga untuk melaksanakan kerja bakti di atas tanah wakaf. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam penyiapan lahan pembangunan gedung Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang baru, sebuah fasilitas pendidikan yang telah lama dinantikan masyarakat setempat.
Kerja bakti tersebut bukan sekadar kegiatan fisik membersihkan dan meratakan lahan. Lebih dari itu, momen ini menjadi simbol kuat sinergi antara lembaga negara dan masyarakat akar rumput dalam membangun pendidikan berbasis nilai keagamaan. Di tengah berbagai tantangan pembangunan desa, kolaborasi seperti ini menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan masih hidup dan relevan.
Peran Penyuluh KUA Lebih dari Administrasi
Kehadiran para penyuluh agama dari KUA Gumelar menjadi sorotan utama dalam kegiatan ini. Selama ini, KUA sering dipersepsikan hanya berperan dalam urusan administrasi pernikahan atau legalitas wakaf. Namun, di Desa Cilangkap, peran tersebut meluas jauh melampaui batas administratif.
Para penyuluh agama tampil sebagai motor penggerak masyarakat. Dengan turun langsung mengangkat cangkul, meratakan tanah, dan membersihkan area wakaf, mereka memberi contoh nyata bahwa dakwah dan pelayanan umat juga dapat diwujudkan melalui aksi sosial. Sikap ini secara tidak langsung menumbuhkan rasa percaya dan semangat partisipasi warga.
“Kami ingin menunjukkan bahwa penyuluh agama bukan hanya hadir di balik meja, tetapi juga siap bekerja bersama masyarakat,” ungkap salah satu penyuluh di sela kegiatan.
Gotong Royong Lintas Elemen Masyarakat
Kerja bakti ini melibatkan berbagai elemen masyarakat Desa Cilangkap. Tokoh agama setempat, pengurus ranting Nahdlatul Ulama (NU), pemuda desa, hingga warga sekitar bahu-membahu tanpa sekat. Semua bergerak dengan satu tujuan yang sama: mewujudkan berdirinya gedung MI yang layak dan representatif.
Kehadiran pengurus NU turut memperkuat legitimasi sosial kegiatan ini. Sebagai organisasi keagamaan yang mengakar kuat di masyarakat, NU berperan penting dalam mengonsolidasikan dukungan warga. Sinergi antara KUA dan NU ini menciptakan harmoni yang jarang terlihat, di mana negara dan organisasi masyarakat sipil berjalan seiring.
MI sebagai Prioritas Pendidikan Dasar
Pembangunan gedung Madrasah Ibtidaiyah ini menjadi prioritas utama karena menyangkut masa depan generasi muda Desa Cilangkap. Selama ini, fasilitas pendidikan agama tingkat dasar dinilai belum memadai, baik dari segi keamanan maupun kenyamanan belajar.
Dengan adanya gedung MI yang baru, masyarakat berharap anak-anak dapat memperoleh pendidikan agama yang lebih berkualitas sejak usia dini. Pendidikan dasar yang kuat, terutama dalam aspek keagamaan dan karakter, diyakini akan menjadi fondasi penting bagi pembentukan moral dan etika generasi mendatang.
“Madrasah ini bukan hanya bangunan, tetapi investasi jangka panjang untuk masa depan anak-anak kami,” ujar salah seorang tokoh masyarakat.
Kepastian Hukum Tanah Wakaf
Selain dukungan fisik di lapangan, KUA Gumelar juga memberikan jaminan kepastian hukum atas tanah wakaf yang digunakan. Legalitas tanah wakaf menjadi aspek krusial dalam setiap pembangunan fasilitas umum berbasis keagamaan, mengingat potensi sengketa yang kerap muncul di kemudian hari.
Pihak KUA memastikan bahwa tanah wakaf tersebut telah tercatat secara sah dan memiliki dasar hukum yang kuat. Langkah ini memberikan rasa aman bagi masyarakat dan para donatur yang ingin berkontribusi dalam pembangunan MI. Dengan kepastian hukum, proses pembangunan diharapkan dapat berjalan lancar tanpa hambatan regulasi.
Kepercayaan Donatur dan Partisipasi Publik
Kepastian legalitas tanah wakaf turut meningkatkan kepercayaan para donatur. Dalam banyak kasus, keraguan terhadap status lahan sering menjadi penghambat utama partisipasi pihak luar. Namun di Desa Cilangkap, transparansi dan pendampingan dari KUA Gumelar menjadi faktor penentu yang mendorong keterlibatan lebih luas.
Beberapa warga bahkan menyatakan kesediaannya untuk menyumbang material bangunan atau tenaga kerja tambahan pada tahap pembangunan selanjutnya. Hal ini menunjukkan bahwa gotong royong tidak berhenti pada satu hari kerja bakti, melainkan berlanjut sebagai gerakan kolektif.
Pendidikan, Wakaf, dan Kemandirian Desa
Pembangunan MI di atas tanah wakaf ini juga mencerminkan konsep kemandirian desa berbasis aset umat. Wakaf tidak hanya dipahami sebagai amal ibadah, tetapi juga sebagai instrumen pembangunan sosial yang berkelanjutan. Dengan memanfaatkan tanah wakaf secara produktif, masyarakat Desa Cilangkap berupaya menjawab kebutuhan pendidikan tanpa sepenuhnya bergantung pada bantuan eksternal.
KUA Gumelar berperan sebagai penjaga keseimbangan antara aspek spiritual dan administratif, memastikan bahwa nilai-nilai keagamaan berjalan seiring dengan tata kelola yang tertib dan profesional.
Fondasi Menuju Madrasah Mandiri
Kerja bakti penyiapan lahan ini menjadi fondasi awal menuju terwujudnya madrasah yang mandiri dan berdaya. Sinergi antara kekuatan hukum, semangat gotong royong, dan visi pendidikan jangka panjang membentuk sebuah model kolaborasi yang patut dicontoh oleh desa-desa lain.
Di tengah tantangan modernisasi dan individualisme, apa yang terjadi di Desa Cilangkap menjadi pengingat bahwa nilai kebersamaan masih menjadi kekuatan utama masyarakat Indonesia.
Harapan ke Depan
Masyarakat Desa Cilangkap berharap pembangunan gedung MI dapat segera memasuki tahap konstruksi setelah lahan siap sepenuhnya. Mereka juga berharap dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah daerah, tokoh masyarakat, maupun donatur, dapat terus mengalir.
Bagi KUA Gumelar, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai institusi administratif, tetapi juga sebagai mitra pembangunan sosial dan pendidikan.
Sinergi antara KUA dan warga Cilangkap ini membuktikan bahwa ketika negara dan masyarakat berjalan bersama, cita-cita besar seperti pendidikan yang layak dan berkelanjutan bukanlah hal yang mustahil.
Baca Juga : KDMP Mojorejo Dibangun, Batu Perkuat Ekonomi Desa
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : beritabandar

