Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menegaskan komitmen kuat Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam mempercepat dan menuntaskan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah yang dikenal sebagai Bumi Merah Putih. Fokus utama pemerintah provinsi ke depan adalah memastikan tidak ada lagi jalan dan jembatan rusak yang menjadi kewenangan pemerintah daerah, demi meningkatkan konektivitas, keselamatan, dan kesejahteraan masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Helmi Hasan saat memberikan arahan sebagai pembina apel pagi di Kantor Gubernur Bengkulu pada Senin (29/12/2025). Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan target ambisius namun terukur, yakni nol jalan dan jembatan rusak di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Infrastruktur Jadi Prioritas Utama APBD

Dalam arahannya, Helmi Hasan menyebutkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Bengkulu sebesar Rp2,5 triliun akan difokuskan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan mendasar, khususnya di sektor infrastruktur.

“Target kita jelas. Tidak boleh ada satu jengkal pun jalan dan jembatan kewenangan Provinsi Bengkulu yang rusak. Infrastruktur adalah urat nadi perekonomian dan pelayanan publik,” tegasnya di hadapan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Menurut Helmi, pembangunan infrastruktur bukan sekadar membangun jalan dan jembatan, tetapi juga membangun keadilan wilayah. Akses jalan yang baik akan membuka keterisolasian daerah, memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta mempermudah masyarakat mengakses layanan pendidikan dan kesehatan.

Jalan, Jembatan, hingga Penerangan Jalan

Selain perbaikan dan peningkatan kualitas jalan serta jembatan, Helmi Hasan juga menekankan pentingnya infrastruktur pendukung lainnya. Salah satu yang menjadi perhatian adalah penerangan jalan umum (PJU), terutama di ruas-ruas jalan strategis antar kabupaten dan kota.

Menurutnya, penerangan jalan bukan hanya soal estetika, tetapi juga berkaitan langsung dengan keselamatan pengguna jalan dan keamanan lingkungan. Ruas jalan yang gelap kerap menjadi titik rawan kecelakaan maupun tindak kriminal.

“Penerangan jalan harus menjadi bagian dari pembangunan infrastruktur yang terintegrasi. Jalan bagus tapi gelap juga berbahaya,” ujarnya.

Rest Area di Setiap Kabupaten dan Kota

Dalam rangka meningkatkan kenyamanan mobilitas masyarakat, Pemerintah Provinsi Bengkulu juga merencanakan pembangunan rest area di setiap kabupaten dan kota. Fasilitas ini diharapkan dapat menjadi tempat istirahat yang layak bagi pengguna jalan, khususnya pada jalur-jalur dengan jarak tempuh yang panjang.

Rest area tersebut direncanakan tidak hanya berfungsi sebagai tempat istirahat, tetapi juga sebagai ruang ekonomi lokal. Pelaku UMKM setempat dapat memanfaatkan rest area untuk memasarkan produk unggulan daerah, mulai dari kuliner khas hingga kerajinan lokal.

Dengan demikian, pembangunan rest area diharapkan memberikan efek ganda: meningkatkan keselamatan dan kenyamanan perjalanan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat setempat.

Pembangunan Fisik dan Sosial Berjalan Seiring

Di samping fokus pada pembangunan fisik, Helmi Hasan juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu tidak melupakan pembangunan sosial. Salah satu program yang terus digencarkan adalah program orang tua asuh bagi anak yatim.

Program ini bertujuan memastikan anak-anak yatim di Bengkulu mendapatkan perhatian, pendampingan, dan dukungan yang memadai, baik dari sisi pendidikan, kesehatan, maupun kebutuhan dasar lainnya.

“Pembangunan daerah tidak hanya soal beton dan aspal. Kita juga harus memastikan anak-anak yatim terlindungi dan masa depan mereka terjamin,” kata Helmi.

Program orang tua asuh ini akan diperkuat dengan berbagai bantuan sosial dan penyaluran zakat yang terkoordinasi, sehingga bantuan benar-benar tepat sasaran dan berkelanjutan.

Solidaritas Bengkulu untuk Daerah Terdampak Bencana

Dalam kesempatan yang sama, Helmi Hasan juga menyampaikan apresiasi atas kepedulian masyarakat Bengkulu terhadap daerah lain yang terdampak bencana. Ia mengungkapkan bahwa bantuan dari masyarakat Bengkulu telah disalurkan ke beberapa provinsi tetangga, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Dari total dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp4,3 miliar, masing-masing Rp1 miliar telah disalurkan ke wilayah terdampak bencana. Sisa dana digunakan untuk mendukung layanan ambulans serta berbagai bantuan kemanusiaan lainnya.

“Walaupun APBD kita tidak sebesar provinsi lain, kepedulian masyarakat Bengkulu luar biasa. Ini menunjukkan semangat gotong royong dan solidaritas yang tinggi,” ujarnya.

Infrastruktur sebagai Pondasi Pertumbuhan Ekonomi

Helmi Hasan menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan pondasi utama pertumbuhan ekonomi daerah. Jalan dan jembatan yang baik akan mempercepat arus barang dan jasa, menekan biaya logistik, serta meningkatkan daya saing daerah.

Ia mencontohkan sektor pertanian dan perkebunan yang menjadi tulang punggung ekonomi Bengkulu. Tanpa infrastruktur jalan yang memadai, hasil panen petani akan sulit dipasarkan secara optimal, sehingga berdampak pada pendapatan masyarakat.

Oleh karena itu, pemerintah provinsi berkomitmen untuk memastikan setiap ruas jalan provinsi berada dalam kondisi mantap dan layak dilalui sepanjang tahun.

Pengawasan dan Akuntabilitas

Untuk mewujudkan target ambisius tersebut, Helmi Hasan juga mengingatkan pentingnya pengawasan dan akuntabilitas dalam pelaksanaan pembangunan. Ia meminta seluruh jajaran perangkat daerah bekerja secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab.

“Anggaran yang kita kelola adalah amanah rakyat. Setiap rupiah harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mendorong partisipasi masyarakat dalam mengawasi pembangunan infrastruktur. Laporan dari masyarakat terkait jalan rusak atau jembatan bermasalah akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah provinsi untuk segera mengambil tindakan.

Harapan ke Depan

Dengan fokus besar pada pembangunan infrastruktur, Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap dapat mewujudkan konektivitas wilayah yang merata, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Helmi Hasan optimistis bahwa dengan perencanaan yang matang, pengelolaan anggaran yang tepat, serta dukungan seluruh elemen masyarakat, target nol jalan dan jembatan rusak bukanlah hal yang mustahil.

“InsyaAllah, dengan kerja bersama dan niat yang tulus, Bengkulu akan semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera,” pungkas Helmi Hasan.

Ke depan, pembangunan infrastruktur di Bengkulu tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi akan menjadi komitmen jangka panjang demi mewujudkan daerah yang aman, nyaman, dan berdaya saing tinggi.

Baca Juga : BNPB Maksimalkan Pembangunan Huntara di Kabupaten Agam

Jangan Lewatkan Info Penting Dari : iklanjualbeli

By Blacky