Pembangunan Jembatan Bailey di kawasan Wih Pase memasuki tahap akhir dengan progres mencapai 90 persen. Infrastruktur vital ini diproyeksikan segera dapat digunakan untuk mengembalikan konektivitas darat yang sempat terputus akibat bencana banjir dan tanah longsor. Kehadiran jembatan tersebut menjadi titik krusial dalam pemulihan mobilitas masyarakat serta distribusi logistik di wilayah tengah dan utara Aceh.

Putusnya akses darat sebelumnya berdampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi, pelayanan publik, hingga distribusi kebutuhan pokok. Karena itu, percepatan pembangunan Jembatan Bailey menjadi prioritas guna memastikan masyarakat kembali memiliki jalur transportasi yang aman dan fungsional.


Progres Konstruksi Capai Tahap Akhir

Pengerjaan Jembatan Bailey menunjukkan hasil yang menggembirakan. Seluruh pekerjaan utama telah diselesaikan sesuai dengan rencana dan target yang ditetapkan sejak awal. Struktur rangka baja khas jembatan Bailey telah terpasang dengan baik, diikuti dengan penyelesaian lantai jembatan serta penguatan pondasi dan abutment di kedua sisi sungai.

Komandan Distrik Militer Kodim 0119/BM, Letkol Inf Ahmad Fauzi, menyampaikan bahwa hingga saat ini pembangunan berjalan sesuai dengan tahapan teknis yang telah direncanakan.

“Hingga kini, pekerjaan utama seperti pemasangan rangka baja Bailey, struktur lantai jembatan, serta penguatan pondasi dan abutment telah selesai dilaksanakan,” ujarnya.

Dengan selesainya pekerjaan inti tersebut, jembatan secara struktural telah siap menopang beban lalu lintas kendaraan dan aktivitas masyarakat.


Tahap Penyempurnaan dan Uji Kelayakan

Meski telah mencapai 90 persen, sejumlah pekerjaan penyempurnaan masih terus dilakukan. Tahapan ini meliputi pemeriksaan teknis menyeluruh, pengencangan struktur, serta uji kelayakan untuk memastikan jembatan aman digunakan.

Proses pengujian dilakukan untuk memverifikasi kekuatan struktur terhadap beban kendaraan, stabilitas rangka baja, serta keamanan bagi pengguna jalan. Langkah ini menjadi bagian penting sebelum jembatan dibuka secara resmi untuk umum.

“Sisa pekerjaan yang masih dilakukan meliputi penyempurnaan akhir, pemeriksaan teknis, dan uji kelayakan guna memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna,” jelas Ahmad Fauzi.

Pendekatan kehati-hatian ini dinilai penting mengingat jembatan akan menjadi jalur vital bagi masyarakat dan distribusi logistik lintas kabupaten.


Peran Strategis Jembatan Bailey bagi Masyarakat

Keberadaan Jembatan Bailey di Wih Pase tidak hanya menjadi solusi teknis atas terputusnya jalur transportasi. Lebih dari itu, jembatan ini menjadi simbol harapan bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Dengan kembali tersambungnya akses darat, aktivitas ekonomi masyarakat perlahan dapat pulih. Petani, pedagang, dan pelaku usaha lokal kini memiliki jalur distribusi yang lebih aman dan efisien untuk memasarkan hasil produksi mereka.

Jembatan ini juga memperlancar akses pelayanan kesehatan, pendidikan, serta mobilitas sosial masyarakat yang sebelumnya terhambat akibat rusaknya infrastruktur.


Menghubungkan Wilayah Strategis Aceh

Jembatan Bailey Wih Pase memiliki fungsi strategis dalam menghubungkan Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Aceh Utara. Jalur ini sebelumnya menjadi salah satu lintasan utama masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Bencana tanah longsor dan banjir yang melanda kawasan tersebut menyebabkan jalur penghubung terputus total. Kondisi ini memaksa masyarakat menempuh rute alternatif yang lebih jauh dan berisiko.

Dengan selesainya pembangunan jembatan, konektivitas antarwilayah kembali normal. Jalur eks KKA yang sebelumnya terhambat kini dapat dilalui kembali dengan aman.


Dukungan Pemulihan Pascabencana

Dalam konteks pemulihan pascabencana, infrastruktur transportasi memiliki peran krusial. Tanpa akses darat yang memadai, proses rehabilitasi dan rekonstruksi akan berjalan lambat.

Ahmad Fauzi menegaskan bahwa Jembatan Bailey menjadi bagian penting dalam mendukung pemulihan tersebut.

“Keberadaan Jembatan Bailey ini di Wih Pase adalah harapan kita semua untuk memperlancar akses transportasi darat, mendukung pemulihan pascabencana, serta menggerakkan kembali perekonomian masyarakat,” katanya.

Distribusi bantuan logistik, bahan bangunan, dan kebutuhan pokok kini dapat dilakukan dengan lebih lancar dan aman.


Solusi Sementara dengan Manfaat Jangka Panjang

Meski secara teknis Jembatan Bailey dikenal sebagai jembatan darurat, keberadaannya sering kali menjadi solusi jangka menengah hingga panjang, tergantung kebutuhan dan kondisi wilayah.

Dalam kasus Wih Pase, jembatan ini tidak hanya berfungsi sebagai solusi sementara, tetapi juga menjadi penghubung vital hingga pembangunan infrastruktur permanen dilakukan.

Dengan desain modular dan struktur baja yang kuat, Jembatan Bailey mampu menyesuaikan kebutuhan lalu lintas dan kondisi medan di wilayah rawan bencana.


Aktivitas Warga Kembali Normal

Tersambungnya kembali akses jembatan membawa rasa aman bagi masyarakat. Aktivitas mobilitas warga kini tidak lagi dibayangi kekhawatiran akan keterisolasian wilayah.

“Masyarakat tidak perlu khawatir lagi. Aktivitas via lintas eks KKA sudah aman dan lancar, serta pendistribusian logistik melalui jalur darat juga aman untuk dilintasi,” pungkas Ahmad Fauzi.

Kehadiran jembatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi berbagai pihak dalam memastikan masyarakat tidak terisolasi lebih lama akibat bencana.


Infrastruktur sebagai Fondasi Ketahanan Wilayah

Pembangunan Jembatan Bailey Wih Pase menegaskan pentingnya infrastruktur tangguh dalam menghadapi bencana alam. Infrastruktur yang cepat dibangun dan fungsional mampu meminimalkan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat terdampak.

Ke depan, jembatan ini diharapkan tidak hanya menjadi penghubung fisik, tetapi juga penggerak pemulihan ekonomi dan sosial di kawasan Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Aceh Utara.

Dengan progres yang hampir rampung, Jembatan Bailey Wih Pase kini tinggal menunggu tahap akhir sebelum resmi digunakan oleh masyarakat luas.

Baca Juga : Pakar UMY Dorong Mitigasi Bencana Terintegrasi Hadapi Siklon

Jangan Lewatkan Info Penting Dari : rumahjurnal

By Blacky