beritapembangunan.web.id Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menegaskan pentingnya sinergi yang kuat antara eksekutif dan legislatif dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan daerah. Dinamika ekonomi, tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi, serta harapan masyarakat terhadap pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan menjadi pekerjaan besar yang membutuhkan kolaborasi nyata.
Pesan tersebut disampaikan dalam momentum pelantikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTB melalui mekanisme Pengganti Antar Waktu (PAW). Pelantikan ini menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan kerja lembaga legislatif, sekaligus memastikan fungsi representasi rakyat tetap berjalan dengan baik.
Dalam suasana sidang paripurna istimewa, pemerintah daerah mengingatkan bahwa DPRD memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan NTB ke depan.
Pemprov Soroti Tantangan Ekonomi dan Pelayanan Publik
Pelaksana Harian Sekretaris Daerah NTB, Lalu Faozal, menekankan bahwa pembangunan daerah saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. NTB dituntut mampu menjawab dinamika ekonomi yang terus berubah, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Masyarakat kini semakin kritis dan berharap kebijakan pemerintah benar-benar memberikan dampak nyata. Karena itu, sinergi antara pemerintah provinsi dan DPRD menjadi faktor kunci agar pembangunan berjalan efektif.
Menurut Faozal, keberadaan DPRD yang solid dan responsif akan menghasilkan keputusan serta kebijakan yang menentukan masa depan daerah.
Ia menegaskan bahwa DPRD harus bekerja untuk kepentingan rakyat, bukan hanya menjalankan fungsi formal, tetapi benar-benar hadir sebagai lembaga yang memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Pelantikan PAW DPRD NTB Jadi Momentum Penguatan Lembaga
Pelantikan anggota DPRD melalui mekanisme PAW dilakukan untuk mengisi kekosongan kursi legislatif yang ditinggalkan oleh anggota sebelumnya. Proses ini penting agar kinerja DPRD tetap berjalan maksimal.
Dalam kesempatan tersebut, anggota DPRD NTB yang wafat, Asaat Abdullah, digantikan oleh Fakhruddin. Pergantian ini dilakukan sesuai keputusan resmi pemerintah pusat melalui surat keputusan Menteri Dalam Negeri.
Asaat Abdullah dikenal sebagai tokoh politik dari Partai NasDem dan telah menjabat sebagai anggota DPRD NTB selama dua periode. Ia juga memiliki peran penting di Komisi IV yang membidangi infrastruktur dan lingkungan hidup.
Pergantian melalui PAW memastikan bahwa daerah pemilihan yang diwakili almarhum tetap memiliki perwakilan di parlemen daerah.
Fakhruddin Resmi Mengisi Kursi DPRD dari Dapil Sumbawa
Fakhruddin merupakan peraih suara terbanyak kedua dari Partai NasDem di daerah pemilihan V, yang meliputi Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat.
Dengan perolehan suara yang cukup signifikan, Fakhruddin dinilai memiliki legitimasi untuk melanjutkan tugas representasi di DPRD NTB.
Kehadirannya di lembaga legislatif diharapkan dapat meneruskan perjuangan aspirasi masyarakat di wilayah dapil tersebut, terutama dalam isu pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, dan penguatan ekonomi lokal.
Fakhruddin kini memikul tanggung jawab besar untuk menjalankan amanah rakyat serta menjaga kesinambungan kerja DPRD.
Ketua DPRD NTB Sampaikan Ucapan Selamat dan Bela Sungkawa
Ketua DPRD NTB, Baiq Isvie Rupaeda, dalam prosesi pelantikan menyampaikan ucapan selamat kepada anggota DPRD pengganti yang baru dilantik.
Ia juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga almarhum Asaat Abdullah. Menurutnya, almarhum merupakan sosok yang telah memberikan kontribusi besar bagi DPRD dan pembangunan daerah.
Pelantikan PAW ini bukan hanya pergantian jabatan, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap tugas legislatif yang harus terus berjalan demi kepentingan masyarakat.
Sinergi Eksekutif dan Legislatif Jadi Kunci Pembangunan NTB
Pemprov NTB menegaskan bahwa pembangunan daerah membutuhkan kerja sama yang kuat antara pemerintah dan DPRD. Tantangan pembangunan tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja.
Eksekutif memiliki peran dalam menjalankan program dan kebijakan, sementara legislatif memiliki fungsi pengawasan, penganggaran, serta penyusunan regulasi daerah.
Jika keduanya berjalan searah, pembangunan akan lebih terarah dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Pemerintah berharap DPRD NTB semakin solid dalam mendukung agenda pembangunan yang inklusif, ramah lingkungan, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Harapan untuk Pembangunan yang Berkelanjutan dan Merata
Dalam konteks pembangunan daerah, NTB menghadapi tantangan untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata. Pembangunan tidak boleh hanya terpusat di wilayah tertentu, tetapi harus menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Selain itu, pembangunan juga harus berkelanjutan. Artinya, kebijakan yang dibuat harus memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi jangka panjang.
Dengan adanya anggota DPRD baru, pemerintah berharap ada energi baru dalam memperkuat fungsi parlemen daerah.
Pelantikan PAW ini menjadi pengingat bahwa lembaga legislatif harus terus bekerja untuk rakyat, menghadirkan kebijakan yang tepat sasaran, dan mendukung pembangunan NTB yang lebih maju.
Kesimpulan: Pelantikan PAW Jadi Awal Penguatan Kolaborasi
Pelantikan anggota DPRD NTB melalui mekanisme PAW menjadi momentum penting untuk memperkuat kelembagaan dan memastikan kerja parlemen tetap berjalan efektif.
Pemprov NTB mengingatkan bahwa tantangan pembangunan semakin kompleks, sehingga membutuhkan sinergi kuat antara eksekutif dan legislatif.
Dengan kolaborasi yang solid, NTB diharapkan mampu menghadirkan pembangunan yang inklusif, meningkatkan pelayanan publik, serta menjawab harapan masyarakat akan masa depan yang lebih sejahtera dan berkelanjutan.

Cek Juga Artikel Dari Platform georgegordonfirstnation.com
