Presiden Terima Laporan Proyek Strategis di Istana
Presiden Prabowo Subianto menerima laporan perkembangan rencana pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta. Laporan tersebut disampaikan oleh Menteri Investasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara, Rosan Roeslani. Pertemuan ini menjadi bagian dari pemantauan langsung Presiden terhadap proyek strategis yang menyasar kepentingan jemaah haji dan umrah Indonesia.
Pembangunan Kampung Haji Indonesia merupakan inisiatif langsung Presiden Prabowo. Proyek ini dirancang sebagai fasilitas pemondokan dan layanan terpadu bagi jemaah Indonesia di Tanah Suci, sekaligus menjadi simbol kehadiran negara dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.
Inisiatif Langsung Presiden Prabowo
Rosan Roeslani menjelaskan bahwa dirinya mendapat mandat langsung dari Presiden untuk menindaklanjuti rencana pembelian dan pembangunan Kampung Haji di Makkah. Arahan tersebut telah diberikan sejak awal masa pemerintahan dan menjadi prioritas dalam agenda investasi strategis Indonesia di luar negeri.
Menurut Rosan, Presiden Prabowo menaruh perhatian besar pada kenyamanan dan kemudahan jemaah haji Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah tidak hanya mengandalkan sistem pemondokan sewa, tetapi berupaya memiliki fasilitas sendiri yang dapat dikelola secara berkelanjutan.
Langkah Awal melalui Pembelian Bersyarat
Sebagai tahap awal, pemerintah telah melakukan conditional sales and purchase agreement atau perjanjian jual beli bersyarat. Langkah ini dilakukan sebagai fondasi awal sebelum proses pembangunan fisik dimulai secara penuh pada tahun mendatang.
Melalui skema tersebut, pemerintah Indonesia telah membeli satu hotel yang berlokasi di kawasan Thakher, Makkah. Hotel ini memiliki total 1.461 kamar yang tersebar di tiga tower. Pembelian ini menjadi tonggak awal terwujudnya Kampung Haji Indonesia.
Hotel Strategis Dekat Masjidil Haram
Lokasi hotel yang telah dibeli dinilai sangat strategis. Jaraknya sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram, jauh lebih dekat dibandingkan sebagian besar pemondokan jemaah Indonesia selama ini. Kedekatan lokasi ini menjadi nilai tambah utama bagi jemaah, terutama lanjut usia dan kelompok rentan.
Akses menuju Masjidil Haram juga akan semakin mudah dengan pembangunan jembatan penghubung. Jembatan Al-Hujun yang saat ini sedang dibangun ditargetkan selesai pada tahun 2026. Keberadaan jembatan tersebut akan memangkas waktu tempuh dan meningkatkan kenyamanan mobilitas jemaah.
Kapasitas Awal untuk Ribuan Jemaah
Hotel dengan 1.461 kamar yang telah dibeli mampu menampung sekitar 4.383 jemaah haji Indonesia. Kapasitas ini dinilai cukup signifikan sebagai langkah awal, sekaligus menjadi dasar pengembangan kawasan Kampung Haji yang lebih besar.
Rosan menyampaikan bahwa fasilitas yang sudah ada akan langsung memberikan manfaat nyata bagi jemaah. Dengan kepemilikan aset sendiri, pemerintah memiliki keleluasaan dalam pengelolaan, penyesuaian layanan, serta pengendalian biaya.
Pengembangan Kawasan Kampung Haji
Selain hotel yang sudah dibeli, pemerintah Indonesia juga telah mengamankan lahan seluas total lima hektare yang berada tepat di depan hotel tersebut. Lahan ini akan dikembangkan menjadi kawasan Kampung Haji Indonesia yang lebih luas dan terintegrasi.
Rencana pengembangan mencakup pembangunan 13 tower tambahan serta satu pusat perbelanjaan atau mal. Kawasan ini dirancang sebagai kompleks terpadu yang tidak hanya berfungsi sebagai pemondokan, tetapi juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung kebutuhan jemaah.
Target Kapasitas Puluhan Ribu Jemaah
Dengan pembangunan 13 tower tambahan, total jumlah kamar di Kampung Haji Indonesia diproyeksikan mencapai 6.025 kamar. Kapasitas ini diperkirakan mampu menampung lebih dari 23 ribu jemaah haji Indonesia.
Lonjakan kapasitas tersebut menunjukkan skala besar proyek yang tengah disiapkan. Pemerintah menilai langkah ini sebagai investasi jangka panjang yang akan memberikan manfaat berkelanjutan bagi penyelenggaraan ibadah haji Indonesia di masa depan.
Harapan Lama Jemaah Indonesia
Rosan menegaskan bahwa pembangunan Kampung Haji Indonesia merupakan jawaban atas harapan lama masyarakat Muslim Indonesia. Selama bertahun-tahun, Indonesia sebagai negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia belum memiliki fasilitas pemondokan sendiri di Tanah Suci.
Melalui proyek ini, pemerintah ingin memastikan bahwa jemaah Indonesia mendapatkan layanan yang lebih layak, aman, dan terstandarisasi. Kepemilikan fasilitas juga membuka ruang untuk inovasi pelayanan sesuai karakter dan kebutuhan jemaah Indonesia.
Hasil Diplomasi dengan Arab Saudi
Proyek Kampung Haji Indonesia tidak terlepas dari hasil diplomasi tingkat tinggi antara Indonesia dan Arab Saudi. Rosan menyampaikan bahwa inisiatif ini dibahas langsung oleh Presiden Prabowo saat bertemu dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman.
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam membuka jalan bagi investasi Indonesia di Makkah. Dukungan otoritas Arab Saudi dinilai krusial mengingat ketatnya regulasi dan keterbatasan lahan di kawasan sekitar Masjidil Haram.
Investasi Strategis Jangka Panjang
Pemerintah menilai pembangunan Kampung Haji Indonesia bukan sekadar proyek properti, melainkan investasi strategis yang berdampak luas. Selain meningkatkan kualitas layanan jemaah, proyek ini juga memperkuat posisi Indonesia dalam kerja sama ekonomi dan keagamaan dengan Arab Saudi.
Dengan pengelolaan yang profesional dan terencana, Kampung Haji Indonesia diharapkan menjadi model pengelolaan pemondokan haji yang efisien dan berorientasi pada pelayanan publik.
Komitmen Presiden terhadap Pelayanan Haji
Presiden Prabowo menaruh perhatian khusus pada proyek ini karena menyangkut pelayanan ibadah yang sangat penting bagi masyarakat. Laporan progres yang diterima menunjukkan bahwa tahapan awal telah berjalan sesuai rencana.
Pemerintah berkomitmen melanjutkan proyek Kampung Haji Indonesia secara bertahap dan terukur. Dengan dukungan diplomasi, investasi, dan perencanaan matang, proyek ini diharapkan menjadi warisan kebijakan yang memberi manfaat nyata bagi jutaan jemaah Indonesia di masa mendatang.
Baca Juga : Bupati Bekasi Tegaskan Perda Data Presisi Cegah Tumpang Tindih
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : podiumnews

