Semangat gotong royong kembali terlihat nyata dalam pembangunan infrastruktur pedesaan di Kabupaten Aceh Tenggara. Babinsa Posramil Darul Hasanah jajaran Kodim 0108/Agara bersama warga masyarakat terus bahu membahu dalam pembangunan jembatan gantung di Desa Mamas Indah, Kecamatan Darul Hasanah, pada Rabu, 11 Februari 2026.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayah pedesaan. Pembangunan jembatan gantung tersebut merupakan bagian dari program Kodim 0108/Agara yang bertujuan meningkatkan akses transportasi serta menunjang aktivitas perekonomian warga.

Jembatan gantung yang sedang dibangun ini memiliki peran penting sebagai akses vital penghubung antarwilayah. Bagi masyarakat Desa Mamas Indah, keberadaan jembatan tersebut bukan sekadar proyek fisik, tetapi harapan besar untuk memperlancar mobilitas sehari-hari, mempercepat distribusi hasil pertanian, serta membuka peluang ekonomi yang lebih luas.

Danposramil Darul Hasanah, Peltu Dedi Cahyadi, bersama para Babinsa turun langsung ke lapangan untuk memimpin serta mengoordinasikan warga dalam kegiatan gotong royong tersebut. Proses pembangunan meliputi penguatan tali sling sebagai pengikat utama jembatan, memperkokoh struktur tali penyangga, serta memperkuat tiang pondasi jembatan agar lebih stabil dan aman digunakan nantinya.

Antusiasme warga terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Partisipasi aktif masyarakat mencerminkan dukungan penuh terhadap program pembangunan yang bertujuan meningkatkan konektivitas dan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Kebersamaan antara Babinsa dan warga juga memperlihatkan bahwa pembangunan desa dapat berjalan lebih efektif jika dilakukan secara kolaboratif.

Peltu Dedi Cahyadi menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam pembangunan jembatan gantung ini merupakan bentuk komitmen untuk mendukung pembangunan nasional, khususnya di daerah terpencil atau wilayah yang membutuhkan perhatian lebih dalam infrastruktur dasar.

Menurutnya, kehadiran Babinsa tidak hanya membantu secara fisik dalam pekerjaan pembangunan, tetapi juga memberikan motivasi, rasa aman, serta memastikan proses pembangunan berjalan tertib, lancar, dan tepat sasaran.

“Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat adalah bentuk dukungan nyata TNI dalam membantu percepatan pembangunan. Kami ingin memastikan kegiatan berjalan dengan baik dan masyarakat merasa aman serta semangat untuk terus bekerja bersama,” ungkapnya.

Pembangunan jembatan gantung ini sangat penting bagi masyarakat setempat. Selama ini, akses penyeberangan masih terbatas dan sering kali menyulitkan aktivitas warga, terutama saat musim hujan. Kondisi jalan licin, arus sungai yang deras, serta minimnya sarana penyeberangan kerap meningkatkan risiko kecelakaan.

Dengan adanya jembatan gantung ini, masyarakat berharap risiko tersebut dapat diminimalisir. Selain itu, jembatan akan menjadi jalur utama bagi anak-anak menuju sekolah, petani menuju lahan pertanian, serta pedagang yang membawa hasil bumi untuk dipasarkan ke wilayah lain.

Selain manfaat transportasi, jembatan gantung ini juga diharapkan mampu memperlancar distribusi hasil pertanian. Kabupaten Aceh Tenggara dikenal memiliki potensi pertanian yang cukup besar, sehingga akses yang lebih baik akan membantu petani menjual hasil panen dengan lebih cepat dan efisien.

Warga setempat menyambut baik pembangunan tersebut karena selama ini mereka harus menghadapi keterbatasan akses yang cukup berat. Dengan jembatan baru, aktivitas ekonomi dapat meningkat secara signifikan, sekaligus memperkuat hubungan sosial antarwilayah.

Gotong royong yang dilakukan Babinsa bersama warga juga menjadi bukti bahwa program pembangunan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, tetapi juga mengedepankan semangat kebersamaan, kemandirian, serta partisipasi aktif masyarakat.

Kolaborasi antara TNI dan warga diharapkan terus terjalin hingga seluruh proses pembangunan jembatan gantung selesai dan dapat dimanfaatkan secara optimal. Semangat seperti ini menjadi contoh bahwa pembangunan desa dapat berjalan lebih cepat dan efektif ketika seluruh elemen masyarakat terlibat langsung.

Pembangunan jembatan gantung di Desa Mamas Indah bukan hanya menghadirkan sarana infrastruktur baru, tetapi juga menghadirkan simbol persatuan antara aparat dan masyarakat dalam membangun masa depan desa yang lebih baik.

Dengan akses yang semakin mudah, mobilitas yang lancar, serta perekonomian yang terbuka, jembatan gantung ini diharapkan menjadi langkah penting menuju peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan di Aceh Tenggara.

Baca juga : Menko AHY Tegaskan Tata Ruang Jadi Panglima Pembangunan

Cek Juga Artikel Dari Platform : pontianaknews

By Blacky