Warga Mulai Bangkit Setelah Banjir Surut

Warga RT 5 Kelurahan Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, mulai bergotong royong membersihkan rumah dan lingkungan setelah banjir setinggi hingga 240 sentimeter merendam kawasan tersebut.

Sisa lumpur tebal yang terbawa arus banjir menjadi fokus utama pembersihan karena menutup jalan serta mengendap di dalam rumah warga.

Gotong Royong Warga dan PPSU

Sejak air mulai surut, warga bersama petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) langsung bergerak membersihkan area terdampak.

Kolaborasi ini menjadi langkah penting agar akses jalan kembali normal dan rumah-rumah warga bisa segera ditempati dengan lebih aman.

Tiga RT Terdampak di Pejaten Timur

Berdasarkan data BPBD DKI Jakarta, setidaknya tiga RT di wilayah Pejaten Timur terdampak cukup serius, yaitu RT 5, RT 16, dan RT 17.

Kondisi ini menunjukkan bahwa banjir tidak hanya terjadi di satu titik, tetapi menyebar ke beberapa area pemukiman sekitar.

Banjir Berulang dalam Sepekan

Menurut warga, banjir kali ini bukan kejadian tunggal.

Wilayah tersebut disebut telah mengalami banjir hingga empat kali dalam satu minggu terakhir, menandakan tingginya tekanan lingkungan dan cuaca yang terus berulang.

Luapan Ciliwung dan Banjir Kiriman

Penyebab utama banjir disebut berasal dari meluapnya Sungai Ciliwung yang diperparah oleh curah hujan tinggi di wilayah hulu.

Kondisi ini membuat Pejaten Timur kerap terdampak banjir kiriman, meski bukan termasuk titik banjir utama secara geografis.

Beban Fisik dan Psikologis Warga

Banjir berulang tentu bukan hanya merusak fisik rumah dan lingkungan, tetapi juga menguras tenaga serta mental warga.

Membersihkan lumpur, memperbaiki barang rusak, dan menghadapi ancaman banjir kembali dalam waktu dekat menjadi tantangan berat bagi banyak keluarga.

Pentingnya Mitigasi Hulu-Hilir

Kasus banjir kiriman kembali menegaskan bahwa penanganan banjir Jakarta tidak bisa hanya fokus di wilayah hilir.

Pengelolaan sungai, drainase, curah hujan di hulu, serta sistem peringatan dini perlu terintegrasi agar dampaknya tidak terus berulang di kawasan padat penduduk.

Semangat Warga Jadi Kekuatan Utama

Di tengah kondisi berat, semangat gotong royong warga menjadi kekuatan penting.

Pembersihan bersama menunjukkan bahwa solidaritas sosial tetap menjadi fondasi utama dalam menghadapi bencana, sembari berharap solusi jangka panjang dapat mengurangi risiko banjir serupa di masa mendatang.

Baca Juga : Prabowo Prioritaskan Pengolahan Sampah Nasional

Cek Juga Artikel Dari Platform : beritabmkg

By Blacky